SIWEH with darkxr, 022, charm & bam
Super rame - memanfaatkan teknologi L300 (4biji!!!) lalu boseh/dorong/nyebrang mini-rivers/canda-tawa/waspada foto… di dalem hutan sekitar 20km. Cuaca mendukung (gak hujan sampe keluar hutan) Piknik mekanik bagi yang treble… Rantei putus di 5 sepeda!!! Seatpost, RD, Shock & fork angin, pada mejus juga. Badan kecapean & overheat… Dll… siweh mah memang begitu ehehehe
Seperti biasa, photos ditunggu di flickr atau bandungallmountain@gmail.com :p

December 10th, 2006 at 6:34 am
hidup FULLFACE !!! ahahaha
December 10th, 2006 at 5:27 pm
rame ya? jadi kapan ni kita pegi rame2 lagi??
selanjutnya ngeliwet ke plered lagih? mmhh..enyaak…
so..minggu dpn kita ke oraytapa yuuuk!!!
pada setuju ga??
December 11th, 2006 at 6:36 am
rame..cape..berabe….ngak biasa pake hardtail seatpost jebol ngedadak ngebengkel di hutan tapi…..pool. sorry duluan balik kudu ngejar kondangan thanks semuanya.
to Aldy radio klo bisa titipin di TTB nuhun
December 11th, 2006 at 8:22 am
buat yang pulang duluan gak ngerasain serunya setiabudhi banjir naik sepadaaa hahahaha
December 11th, 2006 at 8:56 am
Zeewweh.. THE REAL ALL MOUNTAIN tea….Top Abizzz .
December 11th, 2006 at 10:18 am
teu kaci lah kloter belakang minim foto2….yeuh beda dengan foraider nya….penuh dengan banci foto wakakaka terutama yang helm cermin tea
December 11th, 2006 at 11:30 am
heu eh mana yeuh foto2 nya ingin liat nih master…freeride
December 11th, 2006 at 1:24 pm
kloter tengah ngurus perut + liat hok ben chicks lalu cycle-rafting banjir bandang di jalan dago ehehehe…
minggu depan mau dh ato oraytapa nih? ato mau maribaya (via zigzag air mancur)????
December 11th, 2006 at 2:45 pm
minggu dh aja dulu lah….eoh belum neeh …..oraytapa minggu depannya lagi aja
December 11th, 2006 at 8:07 pm
kayanya dh gulu deh duzz…minggu dpnnya lag baru oray tapa gmn?
December 12th, 2006 at 9:30 am
SETUDJU…. HIDUP DHDHDHDHDHDHDH
December 12th, 2006 at 10:08 pm
dh ok..
oraytapa juga ok…
eh daniel kona mau ke cikole katanya sabtu ini
ngajakin DH…
jadi….?
December 12th, 2006 at 10:10 pm
amiooooo!
coba zeeweh nya ilangin tuh z ama h nya..
nah kan?? berabe!
December 13th, 2006 at 2:40 pm
ayo lah ngilu hari minggu ? hidup minggu……(kapan yeuh minggu ulinna)
December 13th, 2006 at 2:51 pm
teu ngiluan ari ngilangin huruf z jeung h mah…Bon, ari kmari minggu euweuh. Ari sabtu eweuh.
December 13th, 2006 at 10:40 pm
iya nih,bony……..kpan doooong…
December 14th, 2006 at 5:22 am
meni keukeuh maen minggu,dh saptu di cikole-jygr,minggu nyuci spedah-that’s da rulez bosz!!!
December 14th, 2006 at 8:20 am
minggu kemaren kan ikutan itu tea rexona rextreme di saparua lumayan yg ikutan 180 peserta pacepet2 ngelewatin lintasan lumayan euy urang dg catatan waktu 49,99 detik nu ka hiji 44 detik lumayan juara 2 meunang ipod video euy ha..ha……
December 14th, 2006 at 9:37 am
SELAMAT BUAT BONNY!!!!
December 14th, 2006 at 12:34 pm
wah… Bung Bonny.. berprestasi juga. Bisa ningali YZ dan ME dong…. Eh kemaren YZ ikutan riding dong…
December 14th, 2006 at 1:37 pm
betul, bahkan sang oknum membawa rekamana. dan diperlihatkan ka khalayak ramai, di rombongan terkahir….. he he……..Btw, selamat bon, ipod na jang urang weh bon
December 14th, 2006 at 8:06 pm
cihuy norko ijo stabillo… yang mirip domino tea… ahaha domino ato domain ya !!! HIDUP SINGLE CROWN !!! HIDUP SINGLE GUY (pake hate) !!!! HIDUP JB-SPA !!! ahahahahaha
December 15th, 2006 at 6:55 am
wah euy ipod teh langsung diambil ama pak untung langsung di duitan…..kacau….(pas turun panggung langsung di cokot) paling ada lagi sabtu ini di jkt dkt mtv pancoran……..
December 15th, 2006 at 5:14 pm
ada marzocchix gak disitu??? :p
December 15th, 2006 at 8:26 pm
ipod bon, tong poho jang urang
December 16th, 2006 at 8:32 am
bagus lah, geubis di dkt portal komando (first ride-first accidents), yg pnting awan kinton ga kenape-kenape
December 19th, 2006 at 7:26 am
ada yg jual Sok Vanilla R plus RD XT M760 saya kasih 1,5 juta,
Kabarin kalo mau! hub: yongki_oop@gramedia-majalah.com
December 19th, 2006 at 7:35 am
urang ka otista tiap sore tutup wae euy kumaha ieu teh….
December 19th, 2006 at 10:27 am
di koran PR selasa 19 des 06
Mengarungi Jalan dengan Sepeda
ORGANISASI PBB untuk kesehatan (World Health Organization) pun menyebutkan, bersepeda merupakan aktivitas fisik yang murah dan cocok untuk menjaga kesehatan yang bisa dilakukan untuk tujuan kerja, sekolah, dan lainnya.
Studi di Denmark pada tahun 2000 pun mengungkapkan, kegiatan bersepeda ke kantor bisa menurunkan angka kematian sampai 40 persen! Bagaimana bila anjuran WHO itu diterapkan di Indonesia?
Kedengarannya memang sulit, mengingat kondisi lalu lintas dan polusi udara yang semakin tinggi. Namun, tentunya jangan pesimis dengan kegiatan bersepeda, karena ternyata telah mulai digemari kembali di beberapa wilayah di Indonesia, termasuk Bandung.
Buktinya, setelah di Jakarta ada Komunitas Pekerja Bersepeda atau istilah kerennya Bike to Work (B2W) yang aktif mulai pertengahan 2005, tidak lama kemudian kampanye penggunaan sepeda pun dimulai di Bandung.
Salah satu kelompok yang mengampanyekan itu adalah Bike Commuter Bandung (BCB), yang melibatkan banyak pesepeda di Bandung. Aktivitas yang dilakukan sejak November 2005 itu mengambil slogan “Bike to Work, Bike to Campus, Shared the Road”.
Menurut Akhmad Riqqi, salah seorang penggagas kampanye itu, kegiatan ini berkaitan dengan dua hal. Faktor itu adalah kesadaran untuk hidup sehat dengan menggunakan alat transportasi yang ramah lingkungan dan akibat kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak).
“Sejak BBM naik, memang banyak yang pindah ke motor. Tapi motor juga kan masih bergantung pada BBM. Kita ingin memperlihatkan sepeda bisa menjadi alternatif transportasi supaya Kota Bandung bersih,” ucap laki-laki yang juga staf pengajar di Jurusan Geodesi Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB.
Sampai sekarang, kampanye itu masih digelar setiap Jumat di bawah jembatan layang Pasupati yang berada di sekitar Jln. Cikapayang. Bukan sekadar menyebarkan pamflet untuk mengajak lebih banyak masyarakat bersepeda, tapi para komunitas yang sudah ada yang biasanya touring ke pinggir kota mulai bergabung untuk bersama-sama bersepeda di dalam kota.
Meski sudah semakin banyak yang bersepeda dan komunitas yang ada pun mulai berkumpul dan melakukan kampanye bersama, gregetnya tetap dirasa kurang. Apalagi bila dibandingkan dengan Jakarta.
Menurut Ade Dewanto Katim, yang juga aktif di BCB dan berbagai komunitas sepeda seperti Kelompok Pengendara Sepeda (KPS), Jakarta menjadi kota yang beberapa masyarakatnya sangat aktif bersepeda dan ingin menjadi kota sepeda meski polusinya tertinggi di Indonesia.
“Jakarta sudah asyik, gengsinya sudah naik. Ada kesan eksmud (eksekutif muda) nggak pakai sepeda itu nggak keren. Eksekutif yang memakai sepeda pun sudah diekspos oleh majalah khusus sehingga makin menambah minat orang lain,” ucap Ade.
**
MASIH takut bersepeda meski sudah ada kampanye? Wajar juga karena mempertimbangkan keamanan dan polusi udara. Berbagai pertanyaan mungkin saja muncul seperti bagaimana mungkin 50 orang bersepeda bisa mengurangi polusi Kota Bandung?
Kalau melihat Kota Bandung yang tidak memiliki jalur sepeda, ruas jalan sempit dan selalu macet, dan tingkat polusi udara yang cukup tinggi, orang bersepeda di kota pun menjadi aneh. Akhirnya, keputusan sementara adalah nanti saja bersepeda kalau sudah semakin banyak warga Bandung yang bersepeda.
Ade Dewanto Katim mengakui, di dalam kota yang padat seperti Bandung, aktivitas bersepeda sering disebut tindakan bunuh diri. Namun, itu malah dianggap sebagai tantangan dan perjuangan pesepeda masa kini jika ingin seperti kota-kota di negara lain yang mulai menjadikan sepeda bagian hidup sehari-hari.
“Ya, kita berusaha juga untuk mengedukasi ke masyarakat, terutama anak sekolah. Tujuannya tentunya supaya semakin banyak yang terbiasa bersepeda,” kata Ade. Selain dengan kampanye, Ade pun berencana mengaitkan topik itu dengan pariwisata berkeliling kota dengan sepeda.
Akhmad Riqqi pun menyatakan, tak masalah bila tak dilakukan setiap hari, asalkan selalu rutin dilakukan. Lagi pula, dengan kondisi wilayah Bandung yang masih banyak pohon rimbun di beberapa titik, kegiatan bersepeda di dalam kota masih menyenangkan untuk dilakukan.
“Jalan-jalan besar memang berpolusi, apalagi paling tinggi pada jam kerja. Jadi, sehari-hari bisa melalui jalan kecil atau jalan potong,” ucapnya. Selain itu, kata dia, Kota Bandung diuntungkan oleh jarak tempuh antar daerah yang tidak terlalu jauh.
Riqqi tidak terlalu memaksakan tersedianya sarana lalu lintas untuk pesepeda. Namun, ia beserta rekan-rekannya di BCB dan berbagai komunitas yang ada, menginginkan tersedianya fasilitas umum seperti parkir di setiap perkantoran, pertokoan, dan perumahan.
Tidak tersedianya sarana lalu lintas, mungkin disebabkan belum banyaknya pesepeda yang berseliweran di jalan raya. Namun, sebenarnya, ketersediaan sarana lalu lintas itu bisa dijadikan satu kampanye tersendiri oleh pemerintah untuk mengurangi jumlah kendaraan bermotor.
Di negara-negara yang padat penduduknya, meyakini gaya hidup sehat bisa dimulai dengan menjadikan sepeda sebagai alat transportasi. Dengan sarana yang ada, semakin banyak pula penduduknya bersepeda sehingga polusi pun berkurang.
Dari tulisan Bambang Setia Budi di http://www.b2w-indonesia.or.id, Cina merupakan negara yang penduduknya paling banyak bersepeda terutama di Kota Tianjin yang mencapai 77 persen dan di Shenyang mencapai 65 persen. Besarnya jumlah itu bisa terjadi salah satunya karena kotanya memiliki jalan sepeda hingga enam jalur.
Di Erlangen Jerman, jumlah penduduk yang bersepeda pun meningkat tajam setelah pemerintahnya menyelesaikan pembangunan jalur sepeda sepanjang 160 kilometer. Begitu juga yang terjadi di Bogota Kolombia, yang telah memiliki jalur sepeda sepanjang 350 kilometer sehingga menjadi yang terpanjang di kawasan Amerika Latin.
Kondisi di Bandung memang bisa saling berbalik. Tidak mau naik sepeda karena banyak polusi, padahal dengan naik sepeda akan mengurangi polusi. Memang membingungkan, bila tidak bergerak secara bersama-sama. Jadi, mulailah mengarungi jalan bersama dengan sepeda. Go Healthy, Be Happy! (Vebertina Manihuruk/”PR”) ***
December 19th, 2006 at 10:35 am
Komunitas Sepeda di Bandung
Dari â€Ontel†Sampai â€Cruiserâ€
SUASANA akhir pekan di Bandung memang biasanya ramai. Tetapi, jangan heran bila diramaikan lagi dengan seliweran kendaraan beroda dua yang bergerak tanpa menggunakan mesin melainkan mengandalkan kekuatan dan semangat pengendaranya.
PENGGEMAR sepeda yang tergabung dalam â€Paguyuban Sapedah Baheula†Bandung, melintas di Jln. Merdeka saat mengikuti festival bunga dalam rangka HUT Kota Bandung, September 2006.*DUDI SUGANDI/â€PRâ€
Ya, akhir pekan telah menjadi hari-hari paling aktifnya komunitas pesepeda di Bandung yang beredar di dalam maupun pinggiran kota. Ragam sepedanya pun banyak. Ada yang sepeda ontel, sepeda gunung, BMX, sepeda mini, cruiser, dan bahkan sepeda balap.
Menurut Ade Dewanto Katim yang aktif dalam komunitas Kelompok Pengendara Sepeda (KPS) dan Cruisers van Java, Bandung telah diramaikan oleh berbagai komunitas sejak 1991. Meski sempat turun pamor pada 2000-an awal, sekarang mereka menggeliat kembali.
Ada berbagai komunitas yang terkelompok karena jenis sepeda yang sama atau wilayah yang berdekatan. Kebanyakan, komunitas ini bersifat nonformal.
Pemilik dan pemakai sepeda ontel bisa bergabung dalam Paguyuban Sapedah Baheula yang biasa bertemu di Museum Geologi, Jln. Diponegoro Bandung setiap hari Minggu. Dalam paguyuban ini, bahkan bisa ditemukan koleksi-koleksi sepeda tua yang dibuat seabad yang lalu.
Pengguna mountain bike atau sepeda gunung mungkin yang paling banyak komunitasnya. Di antaranya ada 022, Cangkilung, Bicycle All Maountain (BAM), Terjal, dan termasuk juga kumpulan pesepeda yang sering cross country seperti yang dilakukan Eric Martialis, Iwan Abdurrahman, dan rekan-rekannya yang lain.
“Biasanya kita ke Situ Lembang, Cidaun, Cikole, atau Ranca Buaya, tapi bukan lewat jalan raya atau off road,” ucap Eric yang sekarang berusia 52 tahun. Bukan sekitar Bandung saja, tapi ia dan sembilan temannya pernah touring ke Bali dengan sepeda pada tahun lalu meski akhirnya harus melewati jalan raya.
Pemilik dan pemakai sepeda jenis cruiser yang berkembang di Amerika, juga akan memiliki komunitasnya. Disebutkan, deklarasi komunitas bernama Cruisers van Java ini, rencananya baru dilakukan 27 Desember nanti di acara Braga Festival.
Menurut M. Rinaldy, yang merupakan salah seorang penggagas bersama Ade, tujuan komunitasnya memang untuk melestarikan jenis sepeda itu yang dinilai bentuknya unik dengan warna-warna yang genjreng.
Ia mengatakan, latar belakangnya pun berkaitan dengan banyaknya sepeda gunung yang dipakai di dalam kota. Padahal, menurut dia, di dalam Kota Bandung lebih cocok pakai cruiser. Apalagi, dengan warna yang genjreng, ia menganggap sesuai dengan citra Kota Bandung sebagai kota kembang yang penuh warna.
Komunitas yang awal pembentukannya dilatarbelakangi kedekatan wilayah di antaranya adalah KPS yang terbentuk di kampus Unjani dan Antapani Bike Cycling Club (ABCC). KPS memiliki anggota yang tidak dibatasi jenis sepedanya dan berpakaian bebas.
Menurut Ade yang bersama rekan-rekannya menggagas KPS, komunitas itu terbentuk berkat inspirasi yang didapat dari teman-temannya di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Dulu, mereka merasa keren sekali saat ke kampus memakai sepeda yang bahkan sampai dibawa ke dalam kelas.
“Bahkan ada yang jual motor dan beli sepeda,” tuturnya sambil tersenyum. Kegiatan yang mereka selenggarakan antara lain Jambore yang pertama kali diselenggarakan dengan touring ke Punclut pada tahun 1996. Tahun berikutnya, mereka pun memperpanjang rute ke Gunung Puntang.
Namun, jambore yang menimbulkan dampak positif untuk kebersamaan itu tidak digelar lagi sejak dua tahun lalu, sehingga hanya bisa diselenggarakan sembilan kali.
Sekarang, sambil mendukung kampanye penggunaan sepeda di kota dalam wadah Bike Commuter Bandung, Ade mengatakan kalau KPS akan mengarahkan kegiatan juga ke dunia pariwisata. Misalnya, keliling Bandung sambil melihat bangunan tua yang bersejarah dengan bersepeda.
Berbagai tujuan dari setiap komunitas, harapannya tentu saja aktivitas bersepeda semakin marak. Nantinya, tidak akan aneh lagi melihat orang atau sekumpulan orang bersepeda baik di dalam maupun luar kota asalkan komunitas ini terus aktif. (Vebertina Manihuruk/ “PR”)***
December 19th, 2006 at 1:27 pm
hah? bicycle al maontain (BAM)??? ga salah nulis tuh kuli tintanya???????
December 19th, 2006 at 8:41 pm
rajin bgt bung Bon,,brapa lama nge-tik nya tuh?
hehehe…bgs-bgs
December 19th, 2006 at 10:10 pm
hohoho… back to bandung… siyal DH kemaren gak ikut…
meleleh nih gw di jkt
sabtu ini kemanamanamanamanamana?????
December 20th, 2006 at 7:26 am
“…… antaranya ada 022, Cangkilung, Bicycle All Maountain (BAM), Terjal, dan termasuk juga …… ”
ahahaha… ada lagi singkatan selain Brokeback All Mountain dan Bandung All Mudun…
December 20th, 2006 at 9:00 am
ngak di ketik di copy paste dari pikiran rakyat .com buat informasi dong….kita ada di koran he…he…eksis….soalnya udah di copyin ke b2w ind.com ama sepedaku.com
December 20th, 2006 at 12:10 pm
hemm rajin rajin
December 21st, 2006 at 7:21 am
harus bangga dong orang bandung eksis ………biar dikenal ama dunia …..he…he….
December 21st, 2006 at 8:19 am
di majalah YellowPages yg Pa Iyan kasih, ada gambar si maskot lg khilaf di tengah2 cewe2 atlet, udah gitu si maskot jadi juara pertama kategori putri…………..hua hua hua hahahahahahah
December 21st, 2006 at 1:45 pm
gossip nya dia tuh pegawai di jb-spa
December 21st, 2006 at 5:50 pm
pesen sticker deui euy “freeride’s not dead” euy kapan bisa diambil yeuh?
December 21st, 2006 at 5:51 pm
ada yg jual Sok Vanilla R plus RD XT M760 saya kasih 1 juta,
Kabarin kalo mau! hub: yongki_oop@gramedia-majalah.com harga turun deui tah….
December 22nd, 2006 at 4:26 pm
eye to eye & stroke berapa??
December 23rd, 2006 at 9:01 am
http://www.universalcycles.com/shopping/index.php?category=363 sok silahkan liat2 siapa tau mau beli
March 18th, 2008 at 10:11 am
salam kenal, apakah teman2 ada yg punya proposal untuk penganjuan club sepeda gunung : isinya kurang lebih latar belakang, visi misi, kegiatan dlll. kalau ada yg punya contoh silakan kirim ke email saya hanie_kusumawati@yahoo.com.sg
May 26th, 2008 at 11:25 pm
BIWX
May 26th, 2008 at 11:36 pm
salam kenal warga bandung,,saya lg cari frame fulsus panci neh,kira kalo kawan2 mau jual bsa hub saya 85695398081 thanks
May 26th, 2008 at 11:37 pm
salam kenal warga bandung,,saya lg cari frame fulsus panci neh,kira kalo kawan2 mau jual bsa hub saya085695398081 thanks
July 30th, 2008 at 10:15 am
Mas, sy mau tny. Klo mau gabung k BAM caranya gmn? Sering ikutan event mountain bike nggak?