Hello Kitty

FR - Cikole

10/12/07 7:44 AM

dh-fr-wisata minggu bersama bammers junior :


young blood and chromoly bones … hehehe … jatoh bangun dan siap aksi lagi… SIP!

Posted by biz? | in All Mountain |

28 Comments on “FR - Cikole”

  1. bizâ„¢ Says:

    peserta 6 young bloods gokils + biz + bintang tamu cowan@kompor.nets yang sempet nyobain DH 2 lap.

    more photos at hilman’s flickr http://www.flickr.com/photos/21703165@N06/

  2. toansins Says:

    bah oe lagi mencret sih jd gak bisa ikut dah,, mo mana foto kowan lagi DH atau drop saung?? rare item tuh,, penasaran,,hehehehehe

  3. tiyo Says:

    whaduuuhh… sayang gag ikoutz… gag liyat cowan in acsiong deh….
    @toansins, penyakitnya gag elit bener…….

  4. toansins Says:

    eh mencret mah elit kalee,, buang2 aer seenaknya,, wong aer mahal sekarang,,hehehehe

  5. bizâ„¢ Says:

    kok toan bisa mencri-bokri.com ? makan soda-api? hihihihi

  6. hilmancule Says:

    wah maksih banget buat om bismo yang udah nemenin jalan-jalan ke Cikole..ktemu toan di Gelap nyawang, nampaknya udah pake MSC yang baru yah?

  7. bizâ„¢ Says:

    msc-sa jadi msc-ss hehehehe…

  8. antonasik Says:

    Edan euy.. anak muda jaman sekarang.. kayanya dah saatnya BAM peremajaan… ahahahaha….

  9. SunBykeSystem Says:

    Dear Djembar Lembasono:

    This is a final notice that bandungallmountain.com will soon expire (on 12/20/2007). To renew this domain, please visit today.

    If you do not renew your domain by 12/20/2007 you will no longer own the domain, and it will be available for registration by other parties.

    Thank you for using our domain name services, and please reply to this message if you have any questions.

    Sincerely,
    Techscape Communications

    jadi gmn mo di lanjut gak nih keberadaan BAM di dunia maya>

  10. ming-tea Says:

    haiaaaa ujung2 nya kudu mayar website yak??
    escapeeeeeeeee !!!!! soal iuran website ditanggung oleh admin hwakakakakak !!!!

  11. SunBykeSystem Says:

    koplok siah ……. 2 tahun masa mau nunggak lagi nih? ……ahahahahaha sapeda marahal mayar 125 rebu teu bisa kumaha atuh…apa kata dunia…….

    report2…..sunbyke siap berkancah kembali di dunia sepeda…:d cari cari part heula alias end yeaar upgrade

  12. bizâ„¢ Says:

    duz… email gw… apa udah bayar ato belon, trus kalo belon kirim cara pembayarannya ya….

    angga… siap keluar dana kas bam oke…

  13. Norche Says:

    Nduz… FYI… Zaman sudah berubah…sekarang udah ngak zaman nya lagi sepeda full sus….trendnya hartail, single speed, frame steel atau cromoly…selamat datang ke zaman bahuela…

  14. SunBykeSystem Says:

    hayah…..kembali ke peradaban jaman batu…….ampun lah…kajeun weh saya tetap pake fulses da gaduhna eta

    Yth, Bapak/Ibu.Djembar Lemba Sono

    Kami ingin memberitahukan bahwa domain bandungallmountain.com telah
    berhasil kami perpanjang untuk 1 tahun s/d 20-Desember-2008.

    Untuk mengetahui lebih jelasnya, silahkan saja Anda Whois pada Url ini
    http://www.enom.com/domains/whois.asp

    Mohon Perhatiannya ! Untuk tahun berikutnya Informasi Perpanjangan
    Nama Domain secara otomatis akan dikirimkan oleh pihak Registrar ke
    email yang tertera pada data Whois Domain “Registrant Contact” (karena
    kami tidak menginformasikan informasi perpanjangan domain secara
    khusus).

    Terima kasih.

    Salam,

    [Wibowo]

  15. ewa Says:

    baca pr hari ini ada kang tiyo…keren banget wawancaranya…apalagi pas bahas danny setiawan dan anak2 gaul…..moga2 mereka baca….trus kang tiyo teh mantan geng juga kayanya…sampe mukul2 spion angkot….heheh (heureuy kang,piss) yang pasti keren wawancaranya…..salute

  16. erdi Says:

    hmmm
    emang kang tiyo di wawancara tentang apa ??
    wah wah galak oge ey mantan anak geng??
    kayanya minggu seru yah …
    sayang ga ikut..
    tlat bangun..

  17. elmi Says:

    hay…hay…..
    apa kbr duniaaaa…..
    wadduuhh..rame niy donk kmaren…biz eke wktu itu nganter nyokapnya jdi lama,mampir2 dulu…jd ud kesorean..sori tdk kabar2i….
    cilegon???
    NB: Oiii man..maneh ngilu dh-an teh??siP!!!!

  18. bizâ„¢- Says:

    sabtu ini DH - RAME … diliput TPI… rencananya… mari gabung semua bamers & friends….

    info hubungi anto & anton… (dress code, gaya-code, tema, sepeda dll)

    - mau kompakan pake HT semua?
    - kosteum… seragam? oya NO BAJU KETEX ALLOWED !!! (kecuali riski sebagay, udah trademarx)
    - yang muda yang gaya… tulang muda = chromoly bones
    - DH show off… trus juga DJ demo… ?
    - harus narsis.com TOTAL… hehehe
    - jangan lupa bloopers…

    *biz ga ikud soalnya lagi ada deadline… hehehe…

  19. Norche Says:

    :( ada kawinan sodarah di jkt…absen lagih…dan deadline juga kayak biz.

  20. toansins Says:

    ijut dong ah sabtu,, flame-soda mau tes ride nih,,ahahahaha
    semoga udah gak mencret,, wa tulisan di PR di posting ateuh,, penasaran oeh jdnya,,

  21. hilmancule Says:

    elmi kamana wae euy? urang teracuni dh mi..yang foto polygon item kan foto gw mi…hehehehe…sabtu pengen ikut euy..tapi ada ujian ampe jam 11… dh-nya ampe jam berapa yah ?

  22. erdi Says:

    toan maun test soda api??
    ati2 ah an…
    yang punya gw ancur euy…

  23. antonasik Says:

    Who would have predicted a century ago that the richest civilizations in history would be made up of polluted tracts of suburban development dominated by the private automobile, shopping malls, and a throwaway economy? Surely, this is not the ultimate fulfillment of our destiny (Alan Durning, How Much Is Enough?, 1992 )

    BAGI orang di kota besar, mungkin tidak kesulitan menyebut apa problem utama kota masa kini; kemacetan! Saking terbiasanya, stagnasi arus lalu lintas sudah bukan hal luar biasa. Udara tidak sehat berkat polusi pun, sepertinya, tidak lagi menakutkan. Malah yang ada, jumlah kendaraan bermotor terus meningkat.

    Satiya Adi Wasana, Ketua Bike to Work (B2W) Bandung, adalah salah seorang yang memimpikan lingkungan sehat dan birunya langit Bandung. Tiyo –panggilan akrabnya– lulusan Kedokteran Hewan IPB 1996 dan kini bekerja di PT Biofarma ini, sebenarnya terbilang “pendatang” di Bandung, namun punya kepedulian terhadap kota ini. Berangkat dari hobinya bersepeda, ia berinisiatif mendirikan B2W chapter Bandung (B2W Indonesia bermarkas di Jakarta berdiri sejak tahun 2005) sejak September 2007 lalu, untuk turut mengampanyekan sepeda sebagai moda transportasi yang hemat, sehat, dan ramah lingkungan. “Sampai sekarang yang aktif sekitar 70 orang,” ungkap Tiyo.

    Saat ditemui Kampus di sebuah tempat makan kawasan Dago, Minggu (9/12), Tiyo terlihat memakai kaus bertuliskan 9 Bikes = 1 Car, yang menggambarkan kampanyenya mengurangi kendaraan bermotor di jalan. Dituturkannya, sembilan sepeda bisa menggantikan posisi satu mobil, dari segi kapasitas orang, panjang jalan, dsb.

    Tiyo aktif “meracuni” orang-orang di sekitar rumah, kantor, bahkan di jalanan untuk menuruti jejaknya. Incarannya terutama orang-orang yang memiliki kendaraan seperti mobil atau motor, namun cukup berkesadaran untuk memilih bersepeda dalam aktivitasnya. Obrolan pun sempat terselip oleh pesan pendek dari temannya yang mengabarkan sudah dapat “korban” lagi. “Bagus…,” kata lelaki 21 Januari 1977 ini terbahak. Simak obrolan Kampus dengan ayah dua anak, yang berharap ada keseriusan dari berbagai pihak, terutama pemegang otoritas dan pengambil kebijakan, untuk mendukung gerakan sosial ini, dengan menyediakan fasilitas bagi pesepeda, seperti jalur dan lahan parkir sepeda.

    Kebiasaan bersepedanya seperti apa?

    Saya ke kantor pakai sepeda tiap Senin, Rabu, dan Jumat. Rumah di Cimahi, kantornya di Pasteur jaraknya 12 kilometer, pergi-pulang jadi 24 kilometer. Di luar hari itu, saya pakai kendaraan bermotor. Akan tetapi, bisa juga seminggu full saya pakai sepeda terus, kan dalam rangka “meracuni” orang, harus terlihat dong, he… he… he. Saya bahkan langsung pakai baju, celana, dan sepatu kantor, setelannya bike to work banget, kan? Sampai kantor juga enggak basah banget kok, enggak mesti mandi lagi. Paling, pulangnya panas, tapi sama saja kan sama yang naik motor.

    Pakai sepeda model apa?

    Saya punya beberapa, ada hard tail, full suspensi, sepeda kuning bike to work, sepeda cruiser, dan ontel. Itu supaya bisa masuk ke berbagai kalangan sepeda. Jadi mau bersepeda downhill, all mountain, cross country, roadies, hayu lah. He… he… he. Selain hobi dan kolektor, ngajak orang lain di komunitas itu supaya bike to work bisa lebih gampang.

    Tanggapan orang-orang?

    Saya baru setahun terakhir ini mulai “meracuni” orang untuk bersepeda ke kantor, tapi kalau hobi sepeda sudah dari SMP. Awalnya kata teman-teman, wah gila nanti cape, dan segala macam. Saya jalanin aja. Bukan cape, malah jadi segar, apalagi kalau pagi.

    Sebenarnya ada dua aliran besar pesepeda. Yang pertama, karena memang hanya punya sepeda sebagai transportasi. Kedua, untuk hobi atau gaya. Kalau saya, ingin yang berkesadaran ngurangin kendaraan bermotor. Saya sendiri ada motor dan mobil, tapi tetap naik sepeda. Kan ada juga yang main sepedanya pas weekend aja keliling Bandung. Tapi pas diajak naik sepeda ke kantor, susahnya minta ampun. Bilangnya kan sudah naik sepeda pas weekend. Iya sih, tapi kurangi juga dong kendaraan bermotor di hari biasa. Sebenarnya tidak usah setiap hari, minimal seminggu sekali. Ada yang nggak suka dengan tanjakan, tapi kan Bandung memang berkontur, jangan jadi menyerah karena itu. Kalau di Australia, malah lebih berkontur. Di sana, orang pakai sepeda tapi tidak mewah-mewah, sepedanya single speed. Naik turun jalanan tetap bersepeda, dan sepeda lewat hampir tiap detik ada.

    Ada pengalaman apa selama bersepeda di jalan raya?

    Motor sih masih beretika, tapi kalau angkot suka kurang menghargai sepeda. Jadi, kita lagi enak-enak jalan. Namanya sepeda kan tenaganya di kaki, kalau ngerem, untuk mulai lagi suka berat. Biasanya angkot suka minggir atau mepet sembarangan. Ada angkot yang karena mepet saya terus-terusan, saya tinju spionnya sampai pecah. Itu waktu saya masiha arogan, ha… ha… ha, tetapi saya sadar itu enggak boleh, he… he… he, apalagi bawa nama Bike to Work.

    Tidak takut pilek karena kehujanan, kecapean, atau barang pekerjaan sulit dibawa?

    Malah saya suka hujan besar, soalnya airnya bersih, sekalian nyuci sepeda. Kalau hujan kecil, tanggung, malah cipratannya bikin kotor. Selain itu, kalau hujan-hujanan naik sepeda, badan tetap panas. Belum pernah saya jadi pilek gara-gara naik sepeda. Sebenarnya, orang Bandung boleh bersyukur karena polusinya tidak terlalu parah. Kalau Jakarta, pakai masker. Saya pun tetap bawa laptop. Kalau khawatir hujan, ya plastikin dulu. Tidak ada alasan kalau niat bersepeda mah. Bahkan, banjir pun bukan kendala. Sementara mobil dan motor pada macet, bahkan mogok, saya bisa lewat dengan tenangnya, he… he… h e. Paling, kalau musim hujan, mesti punya beberapa sepatu untuk ganti, he… he… he.

    Seberapa signifikan menghemat ongkos BBM?

    Saya jarang naik angkot, tapi ternyata mahal juga ya. Ada teman saya yang ongkos sekali jalan bisa Rp 6.000,00. Wah gila, lebih dari seliter bensin! Kalau motor ngisi Rp 5.ooo,00, bisa dua hari. Jelas, angkot tidak efisien. Kalau saya biasanya, mobil seminggu bisa ngabisin Rp 100.000,00, kalau motor Rp 20.000,00. Jadi kalau bersepeda, saya terbebas dari biaya itu. Sisa uangnya, saya malah buat upgrade sepeda, dasar sudah kegilaan sepeda, ha… ha… ha.

    Ada juga yang menganggap sepeda itu mahal, bagaimana?

    Nah ini, kenapa sih masih berpikir sepeda itu seharga ratusan ribu? Itu kan zaman kapan. Sepeda itu sekarang sedikitnya paling pantas 1,5 juta. Dulu kan juga harga motor kan Rp 3 juta-an, tapi sekarang jadi Rp 12 juta-an, wajar kan harga sepeda juga naik.

    Sepeda sepertinya masih dianggap sebatas hobi sebab kalau dipakai sehari-hari agak sulit karena memang jalanan kurang aman, bagaimana?

    Memang, ada yang bilang sepeda itu untuk mainan, olah raga weekend, atau kendaraan pembantunya belanja ke warung. Tetapi, yang sedang kita bangun di Bandung dan di Indonesia, agar orang tidak berpikir sesempit itu. Coba pikir, dengan bersepeda se-Indonesia, ada berapa banyak yang bisa di-saving? Penggunaan BBM dan polusi berkurang, subsidi BBM juga bisa dialihkan untuk hal lain. Banyak banget hal bisa diselamatkan dengan bersepeda.

    Soal jalanan kurang aman, lebih bagus ada jalur sepeda. Tapi jalan-jalan di Bandung memang sempit, paling banyak hanya tiga jalur. Sangat sempit, sampai ada yang naik ke pedestrian, tapi sebenarnya jangan begitu karena kasihan pejalan kaki. Untuk cita-cita jalur sepeda, memang perlu dipikirkan modelnya, walau memang sangat ditunggu. Saya dengar-dengar, tapi tidak tahu benar atau tidak, katanya Pak Danny (Danny Setiawan, Gubernur Jabar -red.) mau bikinin jalur sepeda di Bandung kalau sudah ada 1.000 pesepeda. Makanya, saya langsung bikin database, sampai kalau ketemu orang bersepeda di jalan suka saya kejar untuk didata. Agar punya bukti autentik, he… he… he.

    Kalau fasilitas lain yang dibutuhkan, seperti lahan parkir?

    Ya, itu akan bagus sekali kalau berbagai tempat bikin parkir sepeda. Kampus-kampus juga sebaiknya memerhatikan itu. Saya yakin kalau mahasiswa diberi fasilitas kayak parkir sepeda, mereka akan lebih agresif bersepeda. Namanya mahasiswa, di mana ada hal yang bisa ngirit uang bulanan akan dikejar. Lahan parkir sepeda untuk di Bandung sendiri, saya lihat sudah ada di tempat makan seperti di Mc’D di Gatot Subroto, tapi kalau kantor-kantor kayaknya belum, baru di Biofarma. Itu karena saya dari awal minta fasilitas parkir sepeda, untungnya dapat sambutan positif.

    Terobosan apalagi untuk kampanye ini agar bisa efektif?

    Saya lagi pengen banget “ngeracunin” teman-teman kampus sama anak-anak gaul, terutama mereka yang masih senang dan bangga dengan mobilnya yang mewah gaul gitu. Apa sih, mobil lu tuh bikin macet dan polusi tahu! He… he… he. Saya masuk ke forum di internet, lalu saya email-emailin saja ke anak-anak mudanya pakai japri (jalur pribadi), nanya-nanya soal tahu enggak tentang Bike to Work, tertarik enggak, dan sebagainya. Namanya generasi muda itu penting banget. Habis yang mulai banyak naik sepeda itu para orang tua yang disuruh banyak olah raga sama dokter, lalu mana anak mudanya?

    Rencana lainnya, saya mau merangkul pesepeda pekerja pabrik yang di Rancaekek. Itu banyak juga ternyata. Mereka kan bagian dari kita juga. Dalam waktu dekat, saya ingin dapat sponsor, lalu bikin biketag B2W, dan bagikan gratis sekalian melakukan database. Yang jelas, tujuan utama adalah mengurangi penggunaan kendaraan bermotor. Kalau kemudian jadi sehat, itu adalah bonus yang didapat. ***

  24. antonasik Says:

    nah.. tuh wawancawanya si tiyo@PR…

  25. Norche Says:

    liat HOT-BAM di Cycling… keren.

  26. Luthfi Says:

    Assalamualaikum
    Kang sayah mau ikutan bike to work cbng bandung
    tapi kemana saya harus mendaftar.
    Karena sayah ingin sekali memakai bike tag B2K di sepedah sayah.
    Karena (lagi) dengan biketag B2K naik sepeda ke kampus bisa membuat semangat……
    nuhunnya nya kang
    di antos balesan emailnya..
    kalo bisa as soon as possible

  27. Endar Bono s Says:

    Mas Tiyo, saya sudah cukup lama nich ber-Bike to Work , rumah di Pharmindo(Cimahi) tempat kerja
    di Batununggal ( yah…PP 35 km ). Pingin punya…apa namanya yang seperti stiker dibawah sadel
    bertuliskan Bike To Work nich…., gimana cara mendapatkannya ??
    Pernah juga ke Taman Cikapayang, tapi sampai di taman Cikapayang sudah sepi….pada bubar,
    maklum jam kerja dari jam 8:30 s/d 17:30.
    Apa bisa bantu gimana caranya saya dapat emblem B2W…syukur-syukur gratis. Thanks.

  28. imam Says:

    Salam kenal, saya sudah 7 bulan ini ber-bike2work. Rumah di Sadang Serang tempat kerja di daerah Padjajaran, lumayan 6 km. Ingin punya sticker bike2work gimana ya? pengen bikin sendiri, tapi juga pengen yang ori dari bike2work bandung.
    nuhun kang

Leave a Reply

Powered by WordPress Design by Timber garages Coder by Wooden gates Adapted by Garage doors
Copyright © 2008, Bandung All Mountain All Rights Reserved

encyclopedie & Debt consolidation & etymology